Istighfar Membuka Rezeki Berlimpah

Siapa yang sedang disempitkan rezekinya, hendaklah perbanyak istighfar. Minta ampunan kepada Allah swt. Karena dosa-dosa dan kesalahan kitalah yang menjadi penghambat rezeki kita.
Jangan anggap enteng dosa dan kesalahan sekecil apapun. Karena itu semua bisa menyempitkan rezeki kita. Membuat wajah kita tidak cerah. Aura semangat kita redup gara-gara dosa dan kesalahan kita. Apalagi jika dosa itu dilakukan terus menerus dan berulang. Maka noktah di hati kita semakin hitam gelap dan wajah kita semakin suram.
Dosa itu ibarat tameng. Rezeki mau datang malah mantul. Harusnya rezeki datang langsung ada di depan kita. Justru karena ada tameng dosa yang kita lakukan jadi menghambat rezeki kita sendiri. Entahlah itu rezeki jadi tertunda menunggu tameng dosa kita lepas atau malah rezeki itu jadi pindah ke tangan orang lain.
Dosa pada Allah swt seperti menunda-nunda waktu shalat, makan harta riba, menikmati pornografi, tidak bayar zakat walaupun 2,5%, tidak berpuasa ketika siang di bulan Ramadhan, datang ke dukun, minta petunjuk jin dan main sihir, menipu klien, membuat iklan tipu-tipu, memaki di medsos, share hoax, dan lain-lain. Segera istighfar. Minta ampun sebanyak-banyaknya. Cobalah duduk berjam-jam untuk mengucapkan, “saya salah, saya minta ampun ya Allah..saya salah, saya minta ampun ya Allah..”
Allah yang kasih kita rezeki, tapi kita malah menipu Allah apa kita gak malu? Di akhirat nanti ada orang yang pahala amalannya sebesar gunung-gunung, tapi kemudian meletus hancur lebur bagaikan debu beterbangan. Rasulullah saw mengatakan bahwa itu adalah pahala orang yang rajin beribadah, suka shalat malam juga, tapi ketika sendirian dia bermaksiat tanpa diketahui orang lain. Hakikatnya dia lagi sendirian berarti dia sedang berduaan dengan Allah, maka ketika dia bermaksiat sendirian artinya dia bermaksiat di hadapan Allah. Maka Allah hancurkan pahalanya di akhirat. Bagaimana di dunianya? Allah angkat dia ke derajat tinggi, sampai merasa orang itu sukses karena kehebatannya maka Allah hempaskan kehidupannya pada titik nadir yang mengenaskan. Itu namanya istidraj. Diangkat rezekinya sampai orang bilang dia dah jadi “The Have” lalu dijatuhkan tiba-tiba jadi miskin. Rezeki jadi sulit. Kebutuhan banyak, lifestyle sudah tinggi, tiba-tiba bisnisnya macet, maka rezekinya macet dan hidupnya resah karena banyak tagihan. Dikejar setoran. Ditagih hutang. Terjebak citra sukses padahal itu istidraj. Mengerikan.
Saya pernah mengalami situasi mengenaskan itu, tampak sukses padahal di balik itu hidup tertekan banyak tagihan bulanan yang nilainya bukan lagi jutaan, tapi puluhan hingga ratusan juta. Mengerikan. Ampuni saya ya Allah..
Saya bersyukur Allah kasih kesempatan untuk mengubah situasi. Belajar pada Nabi Sulaiman a.s yang jatuh terpuruk, tinggal seonggok jasad dalam kondisi sakit, padahal beliau anak raja dan anak nabi. Tapi beliau tidak lupa Allah swt segera beliau dawamkan minta maaf dan minta ampun terus menerus dan berulang. Sambil terus beristighfar, beliau pun mengajukan permohonan agar diberikan rezeki memimpin negara. Apabila Allah swt sudah mengampuni, Allah mudahkan rezekinya. Lancar selancar-lancarnya dan besar sebesar-besarnya. Nabi Sulaiman a.s dikasih bisnis (kerajaan), modal (segala kebutuhannya dipenuhi), kendaraan (angin), tim kerja (pasukan), serta segala pengalaman unik yang kemudian dipahat dalam sejarah raja-raja besar dan kitab-kitab suci agama-agama.
Cara agar rezeki kita lancar kembali adalah dengan memperbanyak istighfar, minta ampunan. Minta ampun pun harus sambil memelas. Usahakan berurai air mata. Teruslah memohon dan ajukan proposal kehidupan yang menyatakan kontribusi komitmen sukses dalam beribadah kepadanya.
Ada yang tanya, berapa banyak istighfarnya? Sebanyak-banyaknya. 1000 kali? Silakan seribu kali sehari yang penting hadirkan hati mengingat Allah swt satu-satunya yang akan menyelamatkan hidup kita di dunia dan akhirat. Astaghfirullah..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *